|  BERANDA  |  TAJUK TERKINI  |  JELAJAH  |  TSAQOFAH ISLAM  |  SIRAH NABAWIYAH  |  INSPIRASI  |  SAKINAH  |  MAUIDHATUL HASANAH  |  TAHUKAH?  |  JUMRAH.COM  |

Dahsyatnya Allah Mengatur Waktu Bagi Kita

Dahsyatnya Allah Mengatur Waktu Bagi Kita
Sebuah kisah pendek yang inspiratif, sebuah situasi yang cukup mencemaskan yang tengah dialami oleh seseorang. Benarkah, situasi yang begitu dilematis itu datang, dikarenakan jadwal shalat-nya yang setiap hari juga berantakan? Mari kita simak kisahnya...

Riwayat Kiswah, Busana Ka'bah dari Masa ke Masa

Riwayat Kiswah 'Busana' Ka'bah Dari Masa ke Masa
Ali bin Abi Thalib mengatakan, "Allah SWT memerintahkan para malaikat-Nya untuk membangun Baitullah di muka bumi dan melaksanakan thawaf disana." Peristiwa tersebut terjadi sebelum Adam AS diturunkan ke bumi.

Dimana Tempat Makanan Sehat dan Murah di Mekkah?

Dimana Tempat Makanan Sehat dan Murah di Mekkah?
Di tanah suci, tidak semua tempat atau kota disediakan makanannya oleh panitia haji Indonesia. Di Mekkah misalnya, jamaah harus mengurusi makan sendiri. Mulai mencari dan memilih makan sesukanya.

Memang, mengurus makan sendiri di tanah suci tidak serta dilepas begitu saja oleh panitia haji. Makanan yang disediakan berlangsung pada di masa 'orientasi' haji, kurang lebih 8-9 hari di Madinah. Namun di Mekkah, jemaah haji bisa 'terjun bebas', yaitu cari makan sendiri. Mereka dibekali uang saku oleh panitia sekitar 1.500 riyal. Jumlah ini merupakan uang living cost atau uang biaya hidup per jamaah yang diberikan panitia.

Ada beberapa cerita dari jamaah yang mengalami kesulitan mencari makanan atau minuman dalam beradaptasi langsung dengan situasi Mekkah. Apalagi bagi jamaah yang tinggal di pondokan yang jauh serta dilarang memasak oleh pemilik pondokan.

Sulit membayangkan para jamaah yang lugu dari kampung harus "berkelahi" mencari makan sendiri di belantara kota metropolitan seperti Mekkah yang teramat padat pada musim haji setiap tahunnya.

Mekkah adalah kota besar yang memiliki banyak fasilitas, terutama di musim haji yang memang merupakan masa panen bagi para pedagang. Banyak sekali tempat makan dimana jamaah haji bisa mendapatkan konsumsi yang sehat dan ekonomis.

Secara umum ada lima kelompok tempat jamaah mencari makanan dan minuman.
Pertama, para pedagang makanan Indonesia yang menjajakkan dagangannya di sekitar terminal bis dan pondokan haji Indonesia. 


Kedua, ada kios-kios makanan kecil India yang tersebar di seantero Mekkah di setiap sudut kota Mekkah. Ketiga, supermarket yang menyediakan makanan berbungkus (roti, biskuit, mie instan, sayuran mentah, bermacam minuman. Keempat, restoran Indonesia, Turki, dan India. Kelima, restoran fast food di food court mal besar seperti Hilton dan Zam-Zam.

Nah yang pertama itu adalah yang paling populer di kalangan jamaah haji Indonesia. Para pedagang asal Madura, Banjar, Jawa ini berstatus pedagang jalanan yang menghamparkan jualannya di trotoar jalan. Tidak ada beda dengan pedagang kaki lima di kota-kota di Indonesia. 


Yang disediakan adalah berbagai makanan Indonesia dalam bungkusan atau juga berdasarkan pesanan. Ada nasi putih, sayur masak, lauk pauk, krupuk/snack. Rata-rata harga per porsinya adalah 1-2 riyal (1 riyal = Rp 3000-an). Kalau pun mau makan sayur asem? Sayur bayam? Sate kambing atau ayam? Sambel goreng ikan teri? Semua pasti ada.

Harga makanan dan minuma cukup ekonomis


Para pedagang kaki lima itu biasanya berjualan sejak pagi setelah subuh hingga siang hari. Lalu muncul lagi sore menjelang maghrib. Ada sebagian jamaah yang sudah tahu pilihan utama untuk urusan makanan. Sekali makan, dengan nasi putih seharga 2 riyal, sayur 1 riyal, ayam/daging/telur 2 riyal, mereka bilang sudah merasa sangat cukup. Tiap hari juga bisa ganti menu. Kalau mau, bisa tambah krupuk atau bubur kacang ijo panas seharga 1 riyal. Rata-rata menghabiskan 5 riyal per sekali makan atau sekitar Rp 15.000,- an.

Berbagai kios makanan yang biasanya menyediakan makanan ala Arab atau India. Ini juga pilihan yang baik. Menurut mereka yang pernah merasakan berbagai macam aneka menu masakan yang paling pas dengan lidah kita adalah kebab, roti Arab ala hotdog yang berisi oseng-oseng sayur dan daging sapi/ayam. Harganya sekitar 3-4 riyal per unit. Biasanya ditandai dengan adanya panggangan kebab bundar yang dipajang di depan kios.

Kebab adalah makanan yang populer dan sudah cukup untuk sarapan atau bahkan makan siang. Tapi banyak jamaah Indonesia yang kurang cocok. Sebab bagi mereka, belum disebut makan kalau belum makan nasi.

Di kios-kios yang tidak menyediakan meja untuk makan pembeli ini juga tersedia berbagai menu prasmanan. Dan itu bisa dibeli dan dimasukkan ke dalam kotak nasi styroform besar. Pesan nasi briyani atau kebuli, gulai kambing atau yang lain, tarif umumnya berkisar 5-10 riyal gabungan semuanya. Banyak sekali pilihannya yang dijamin menggoyang lidah jamaah Indonesia. Apalagi di Indonesia jenis makanan ini tergolong mewah.

Aneka minuman tersedia komplet. Seperti minuman bersoda dengan berbagai merek populer. Biaanya, harganya 1 riyal per kaleng. Bisa juga memilih minuman 'cai', teh susu panas ala Arab yang bergizi. Harganya 2 riyal per gelas. Kalau air putih? 


Zam zam, ini tentu saja free. Tetapi kita harus 'menimba' sendiri di Masjidil Haram, kita tinggal memasukkan botol dan membawa sendiri secukupnya. Nah, rata-rata semua toko, bahkan kios-kios kecil telah menyediakannya dalam bentuk kemasan, mirip kemasan air mineral di tanah air.

Kios-kios kecil itu tersebar di banyak lokasi di sekitar Masjidil Haram di berbagai arah. Sangat mudah menemukan kios kecil ini, dan rata-rata penjualnya bisa berbahasa Indonesia. Jadi tak usah khawatir kelaparan selama Anda menunaikan ibadah haji di tanah suci.


jumrahonline | jumrah.com


Mewaspadai Rencana Setan di Pergantian Tahun

Mewaspadai Rencana Setan di Pergantian Tahun
TAHUN baru merupakan moment yang ditunggu-tunggu oleh banyak masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Seluruh kalangan menyambutnya dengan gembira, termasuk di dalamnya umat Muslim di Indonesia. Namun, tanpa mereka ketahui, malam Tahun baru adalah waktu di mana setan menggencarkan strategi mereka dalam menyesatkan manusia.

Komunitas setan telah bekerja keras bertahun-tahun  untuk menyesatkan manusia, tidak terkecuali masyarakat Muslim Indonesia. Hingga akhirnya, mereka berhasil juga menjerumuskan masyarakat Muslim Indonesia ini ke dalam pesta ala mereka. Ilustrasi berikut ini mungkin bisa membantu kita untuk memahami kenapa hampir mayoritas masyarakat Msulim di negeri ini terjerumus ke dalam jurang tipu daya setan yang di tahun 70an kita belum melihatnya separah apa yang kita saksikan pada beberapa tahun belakangan ini.

Pada suatu hari, Iblis mengumpulkan komunitasnya sambil berkata kepada mereka :

"Kita harus bekerja keras agar anak-cucu Adam di Indonesia ini mau menjadi pengikut dan budak kita. Kita harus buat strategi yang jitu sehingga mereka suatu saat beramai-ramai tidak menyadari kekeliruan yang mereka lakukan dan bahkan merasakan kenikmatannya dan mengira itu adalah suatu kebenaran atau sah-sah saja."
Strategi itu ialah, kita tidak mungkin memulai dengan melarang mereka ke masjid-masjid, membaca dan mempelajari Al-Qur’an, belajar Islam. Kita tidak mungkin melarang mereka berzikir dan membangun hubungan dengan Allah dan nabi mereka Muhammad. Kalau ini yang kita lakukan, kita akan kehabisan energy dan mereka tidak mungkin dapat dikalahkan.

Sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke masjid pada saat tertentu seperti hari jumat, idul fitri dan iedul adh-ha. Di tengah-tengah itu, dorong mereka agar menggunakan syahwat harta, tahta dan wanita. Bagi yang tidak kebagian, dorong syahwat pesta pora dan ingin bersenang-senang.Nah, malam tahun baru masehi adalah waktu yang paling pas untuk memobilisasi mereka terjerumus ke dalam perangkap kita.

Pada dasarnya, kata Iblis lagi; sibukkan kaum Muslimin di negeri ini dengan hal-hal yang tidak bermutu, dorong mereka untuk menghabiskan waktu dan uang pada perkara-perkara yang tidak bermanfaat dan bahkan sampai ke tingkat mubazir, seperti terompet, petasan dan kembang api. Kalau kita sudah berhasil menciptakan kondisi seperti itu, berarti kita sudah menang dan mereka sudah menjadi saudara-saudara kita. (QS.Al-Isra’ : 27).

Agar strategi kita kuat dan berpengaruh jangka panjang, kita perlu meningkatkan kinerja. Berbagai daya tarik perlu diciptakan. Berbagai alternatif perlu ditawarkan dan berbagai langkah perlu dijalankan. Di antaranya :

Upayakan mereka hidup konsumtif dan hidup dalam berhutang dan berhutang (kredit dan kredit). Dorong mereka bekerja keras untuk mencari uang sepanjang hari, kalau perlu sampai larut malam dan buat alasan kerja itu ibadah. Kalau bisa, dorong mereka bekerja 10 -12 jam perhari, 6-7 hari perpekan dan begitulah sepanjang tahun.

Bangun angan-angan dan janji-janji kosong dalam benak mereka untuk jadi orang kaya, punya uang banyak, rumah besar, kendaraan mewah, anak-anak harus sekolah di sekolah-sekolah mahal. (QS.Annisa’ : 120 dan Al-Isra’ : 64)

Jangan sampai mereka punya waktu yang cukup untuk anak-anak dan istri-istri mereka, dengan alasan bekerja keras untuk membahagiakan mereka. Demikian juga upayakan agar tidak ada waktu silaturahmi dengan orang tua dan karib kerabat mereka dengan alasan sedang sibuk meniti karir dan mencapai kebebasan financial.

Buatlah mereka seakan-akan sangat sibuk dengan urusan yang besar-besar. Bangun dalam diri mereka kebanggaan pada kemewahan hidup dunia, seperti mobil, rumah, teknologi komunikasi dan berbagai sarana kemewahan lainnya. Dorong gengsi mereka setinggi-tingginya terhadap semua materi, dan mereka harus menjadi angkuh dan sombong.

Untuk itu, lalaikan mereka dengan berbagai bentuk hiburan seperti musik, video, sinetron, film, party dan sebagainya. Dengan demikian, mereka akan menjadi orang yang lalai mengingat Allah dan berorientasi duniawi dan tidak ingat lagi kematian dan akhirat.

Terkait wanita wanita Muslimah, rangsang mereka untuk keluar rumah dan meninggalkan anak-anak mereka, baik dengan alasan bekerja maupun dakwah, shopping atau arisan (silaturrahmi). Kembangkan dalam pikiran mereka semangat kompetisi tidak sehat dengan kaum pria. Ajarkan kepada mereka berbagai fashion dan teknis kecantikan fisik kendati harus merubah jenis kelamin mereka sendiri (QS. Annisa’ : 119).

Ajarkan mereka untuk selalu tidak puas pada pemberian suami mereka, baik terkait dengan harta maupun dengan nafkah batin. Pokoknya, buat mereka sibuk sesibuknya sehingga tidak ada waktu untuk melayani suami dan merawat anak-anak mereka secara sempurna. Dengan demikian, rumah tangga dan anak-anak mereka dijamin berantakan.

Inilah tugas kalian… Inilah tugas kalian… inilah tugas kalian, kata sang Iblis. Mendengar perintah tersebut, para setan serentak menjawab : Oke Bos… Kami akan lakukan…

Lalu Iblis berkata : Apa bukti kalian berhasil?

Salah satu setan senior menjawab : Lihat saja nanti saat menyambut tahun baru masehi… Bila mayoritas kaum Muslim tumpah ruah sambil berpesta pora ala kita dalam menyambut tahun baru masehi dan tidak ingat lagi sholat, tidak ingat lagi Allah, bahkan tokoh-tokoh dakwahnya sudah pada ikutan, saat itulah misi kita berhasil (QS.Al-Hijr : 39 -42)

Saudaraku,

Ini hanyalah sebuah ilustrasi, namun faktanya mungkin lebih dari itu. Untuk itu, sebagai umat muslim sudah seharusnya mewaspadai setiap langkah dan tipu daya setan. Tipu daya mereka sangat cerdik dan licik. Dan membahayakan kehidupan dunia dan akhirat kita. Allah berfirman :

"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya."
"Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. (27) Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.” Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS. Al-A’raf : 27 -28)

Kita sudah melihat bahwa sebagian besar strategi setan yang dilakukan pada tahun baru masehi ini sudahlah berhasil. Banyak diantara umat Muslim Indonesia yang pada akhirnya terhanyut dalam pesta pora tahun baru masehi yang sia-sia. Hingga akhirnya hidupnya dipenuhi dengan kemasiatan. Naudzubillah.


islampos.com

Bolehkah Mengucap Selamat Tahun Baru Masehi?

Bolehkah Mengucap Selamat Tahun Baru Masehi?
Ucapan ini seakan-akan sudah menjadi rutinitas di saat tahun baru. Kurang afdhal rasanya menyambut tahun baru tanpa ucapan selamat.

Mengucapkan selamat tahun baru kepada keluarga, sahabat, ataupun orang terdekat lainnya sudah membumi dalam masyarakat. Kalimat ini keluar secara spontan ketika menjelang tahun baru, baik hijriyah maupun masehi.

Biasanya kalimat ini diiringi dengan doa dan harapan agar karir ataupun amal di tahun berikutnya lebih baik daripada tahun lalu. Ucapan ini seakan-akan sudah menjadi rutinitas di saat tahun baru. Kurang afdhal rasanya menyambut tahun baru tanpa ucapan selamat. 


(Simak : Kajian Ilmiah Seputar Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW)

Karenanya, bisa dimengerti bila begitu semangatnya netizen memberi ucapan selamat melalui media sosial atau secara langsung.

Lantas, bagaimana hukumnya mengucap selamat tahun baru? Mengingat tidak ada anjuran untuk perayaan pergantian tahun dalam Islam, mengucapkan ucapan tersebut bukan sebuah masalah.

Mengucapkan selamat tahun baru kepada keluarga, sahabat, ataupun orang terdekat lainnya sudah membumi dalam masyarakat. Kalimat ini keluar secara spontan ketika menjelang tahun baru, baik hijriyah maupun masehi. Biasanya kalimat ini diiringi dengan doa dan harapan agar karir ataupun amal di tahun berikutnya lebih baik daripada tahun lalu.

Ucapan ini seakan-akan sudah menjadi rutinitas di saat tahun baru. Kurang afdhal rasanya menyambut tahun baru tanpa ucapan selamat. Karenanya, bisa dimengerti bila begitu semangatnya netizen memberi ucapan selamat melalui media sosial atau secara langsung.

Kebiasaan semacam ini bukanlah sesuatu yang baru (bid’ah). Perihal ini sudah ada sejak dulu kala. Orang dulu juga terbiasa menyapa koleganya dengan “Selamat Tahun Baru” menjelang tahun baru datang. Meskipun tak dipungkiri, sebagian orang menafikan kebolehannya dan mengategorikannya sebagai perbuatan terlarang.

Terkait permasalahan ini, Imam As-Suyuthi dalam al-Hawi lil Fatawa menuturkan sebagai berikut.

ุฃู† ุงู„ุญุงูุธ ุฃุจุง ุงู„ุญุณู† ุงู„ู…ู‚ุฏุณูŠ ุณุฆู„ ุนู† ุงู„ุชู‡ู†ุฆุฉ ููŠ ุฃูˆุงุฆู„ ุงู„ุดู‡ูˆุฑ ، ูˆุงู„ุณู†ูŠู† ุฃู‡ูˆ ุจุฏุนุฉ ุฃู… ู„ุง ؟ ูุฃุฌุงุจ ุจุฃู† ุงู„ู†ุงุณ ู„ู… ูŠุฒุงู„ูˆุง ู…ุฎุชู„ููŠู† ููŠ ุฐู„ูƒ ، ู‚ุงู„ : ูˆุงู„ุฐูŠ ุฃุฑุงู‡ ุฃู†ู‡ ู…ุจุงุญ ู„ูŠุณ ุจุณู†ุฉ ูˆู„ุง ุจุฏุนุฉ


Al-Hafidz Abu Hasan al-Maqdisi ditanya tentang hukum mengucapkan “Selamat  bulan baru dan tahun baru”, apakah bid’ah atau tidak? Ia menjawab, “Banyak orang berbeda pendapat mengenai hal ini. Menurut pendapat saya, hukumnya adalah mubah, tidak termasuk sunah ataupun bid’ah.”

Memberi ucapan selamat tahun baru terbilang masalah khilafiyah. Hukumnya masih diperdebatkan oleh para ulama. Karenanya, dibutuhkan kearifan dalam menyikapinya. Menurut Abu Hasan al-Maqdisi, seperti yang dinukil as-Suyuthi, hukumnya ialah mubah. Ia tidak termasuk perbuatan yang disunahkan dan tidak pula bid’ah.

Siapapun diperbolehkan mengucapakan kalimat ini. Terlebih lagi, bila ucapan tersebut dapat menambah keakraban di antara masyarakat. Orang yang sudah sekian lama tidak bertegur sapa, bisa jadi dengan adanya momen tahun baru, ucapan selamat bisa menjadi media baginya untuk berkomunikasi kembali. Wallahu a’lam.


jumrahonline | jumrah.com

Beberapa Dosa Ibu-ibu pada Tukang Sayur

Beberapa Dosa Ibu-ibu pada Tukang Sayur
Dunia ibu tak bisa dilepaskan dari tukang sayur. Bisa dikatakan, orang ini adalah idola dan idaman para ibu. Kehadirannya tiap hari ditunggu dengan harap cemas. Ketidakhadirannya diikuti oleh rasa kecewa, karena stok makanan hari itu terancam. Si ibu terpaksa harus keliling cari tukang sayur lain, atau malah harus pergi ke pasar.

Sejatinya kehadiran tukang sayur tiap pagi membuat para ibu bisa lebih mudah dan cepat memperoleh bahan menu impian. Tetapi ibu-ibu sering juga bagaikan "musuh dalam selimut" atau "benci tapi rindu" terhadap tukang sayur. Mereka membutuhkan, tetapi di sisi lain mereka ingin menekan tukang yang satu ini.

Tekanan-tekanan itu yang menjadikan para ibu ini melakukan kesalahan/dosa tanpa sengaja. Apa saja "dosa" ibu-ibu pada tukang sayur:

1. Menawar dagangan terlalu murah


Keunikan belanja di pasar tradisional maupun tukang sayur adalah bahwa kita bisa menawar harga barang.

Tapi untuk harga sayur/buah/pangan pokok lainnya, biasanya pedagang tidak akan membandrol barang dengan harga yang terlalu tinggi. Apalagi dengan asas persaingan sempurna, mereka tak mau terlalu banyak selisih harga dengan pedagang lain karena kuatir kehilangan pelanggan. Karena itu kita sebaiknya menjaga adab dalam menawar harga. Berilah tawaran harga yang sewajarnya.

Jangan sampai pedagang melepas barangnya pada kita dengan rasa terpaksa/tidak ikhlas. Keterpaksaan itu bisa mengurangi keberkahan dalam barang yang akan kita konsumsi.

2. Pesan suatu barang tetapi tidak jadi dibeli.

Ketahuilah bunda, modal yang dimiliki tukang sayur itu sudah ada peruntukannya. Dia sudah mempelajari bahan apa saja yang ingin dikulak sesuai kecenderungan konsumen. Jika kita pesan suatu barang tertentu, modalnya akan terpakai untuk kita. Jika kita tak jadi membelinya, tentu menjadi kerugian baginya. Masih bagus jika barang pesanan kita itu ada yang menggantikan. Jika tidak, modal si pedagang akan tertahan di barang tersebut. Ini akan mengurangi kemampuannya kulakan barang di hari berikutnya.

3. Berhutang pada tukang sayur dalam waktu lama, tapi membayar tunai pada toko besar.

Sudah rahasia umum sebagian ibu berhutang pada tukang sayur, bahkan dalam jangka waktu lama. Namun di waktu yang relatif sama, ibu tersebut mampu membeli barang-barang di toko besar/swalayan. Sudah tentu di swalayan ia harus membayar tunai. Bukan masalah jika ibu sedang kesulitan keuangan. Tetapi hendaknya disertai empati untuk menahan keinginan membeli barang-barang lain yang kurang perlu.

Terlalu lama ibu berhutang, membuat tukang sayur menjadi kekurangan modal.

4. Mengutil

Seorang tukang sayur bercerita pada saya, di tengah keramaian orang belanja, suka ada ibu-ibu yang mengutil barang. Perilaku itu tidak hanya sekali tapi bisa beberapa kali dilakukannya. Juga tidak hanya satu-dua ibu yang melakukan pengutilan itu.

Tukang sayur tidak mau menegurnya karena kasihan jika ibu tsb menjadi malu di hadapan orang banyak.

5. Selalu ingin dilayani lebih dahulu.

Karena ibu-ibu enggan bersabar, tukang sayur menjadi panik. Kadang hitung-hitungan manualnya kacau alias salah harga. Ini juga berpotensi mengakibatkan kerugian.

6. Berinisiatif mengambil bonus sendiri


Kadang ada ibu-ibu menambahkan suatu barang sebagai bonus/pembulatan harga belanjaannya.


Sebaiknya kita tanya dulu pada tukang sayur apakah ia membolehkan? Akan lebih baik jika ia yang memilihkan/menentukan jenis bonusnya. Sekalipun hanya sebutir tomat kecil yang kita minta, jika harganya sedang tinggi tentu akan memberatkannya.

Demikian hal-hal kecil yang sering dilakukan ibu-ibu terhadap tukang sayur. Semoga kita tak termasuk dalam kategori ibu-ibu yang lalai dalam hal tersebut.

Kedzoliman kecil yang tanpa terasa kita lakukan tiap hari tentunya bisa makin menumpuk menjadi kedzoliman yang besar, na'udzubillah.

Penulis: Sofia S. Wardani  

Lima Keuntungan Menunaikan Ibadah Haji dan Umrah Di Usia Muda

Lima Keuntungan Menunaikan Ibadah Haji dan Umrah Di Usia Muda
Tak banyak dari umat muslim yang memilih untuk menunaikan ibadah haji di usia muda. Terang saja, di usia ini orang lebih suka bersenang-senang daripada bersusah-susah menunaikan ibadah haji.

Padahal, ada banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan menunaikan ibadah umrah dan haji di usia muda. Memang, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk berhaji di usia muda. Namun, jika rezekinya sudah ada, tidak ada salahnya menunaikan ibadah haji di usia yang semuda mungkin.

Nah, inilah lima keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan menunaikan ibadah haji dan umrah di usia muda.


Punya Stamina yang Baik

Di usia produktif, tentu kamu masih punya banyak tenaga untuk melakukan berbagai ritual ibadah haji. Kamu masih punya banyak energi untuk tawaf, banyak beribadah di Masjidil Haram, atau mungkin mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Mekkah.


Bisa Menolong Orang yang Membutuhkan Di Mekkah Sana

Ada banyak orang yang telah berusia lanjut dan sebenarnya tidak sanggup melakukan perjalanan jauh, tapi memaksakan diri untuk berangkat haji demi menunaikan rukun islam yang ke-lima ini. Nah, bagi kamu yang masih muda, berangkat haji di usia muda juga bisa membuat kamu punya banyak kesempatan untuk memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan tenagamu di Mekkah sana. Ini bisa mejadi lading pahala buat kamu.

Mencari Pencerahan Saat Mencari Jati Diri

Hingga usia 30an, sebenarnya masih banyak orang yang masih berada dalam taraf pencarian jati diri. Dengan bersimpuh di hadapan ka’bah, kamu bisa menyerahkan segala keresahan hati kepada Allah. Adakah yang lebih menenangkan daripada bersandar kepada Allah?


Memohon Jodoh yang Terbaik

Nah, berhaji di usia muda juga bisa menjadi ajang untuk kamu berdoa memohon jodoh kepada Allah. Kamu juga bisa berdoa di Jabal Rahma yang dipercaya sebagai tempat bertemunya Adam dan Hawa. Semoga kamu dan jodohmu nanti bisa selanggeng dan seromantis Adam dan Hawa.

Banyak Waktu untuk Mengubah Diri Sepulang Dari Berhaji

Kamu pasti akan mendapat banyak pengalaman dan pelajaran dari perjalanan hajimu. Nah, di usia kamu yang masih muda ini, kamu masih punya banyak kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik sepulang dari perjalanan hajimu.

Semoga kita selalu diberkahi Allah dan diberi kesempatan untuk mengunjungi rumah-Nya secepat mungkin. Aamiin.

Hukum Berhaji Dengan Dana Talangan Bank

Hukum Berhaji Dengan Dana Talangan Bank
Alhamdulillah , shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Kiblat yang bermuara di Baitullah atau Ka’bah adalah arah-arah Anda setiap kali mendirikan shalat. Tentu arah ini memiliki arti tersendiri dalam hidup Anda. Dan sudah barang tentu hati Anda selalu merindukan untuk memiliki kesempatan beribadah kepada Allah langsung di hadapan Ka’bah. Wajar bila pertama kali Anda berkesempatan untuk beribadah kepada Allah langsung di hadapan Ka’bah, Anda tak kuasa menahan luapan rasa bahagia.

Hati Anda berbunga-bunga, dan pikiran Anda terharu dan air matapun mengalir bercucuran. Betapa tidak, arah yang selama ini Anda agungkan ternyata bermuara pada bangunan sederhana, yaitu Ka’bah. Bangunan yang tersusun dari bebatuan hitam, yang sudah barang tentu tidak kuasa memberi Anda apapun.

Kesederhanaan Ka’bah menjadikan Anda menyadari bahwa selama ini ternyata Anda tidaklah menyembah bangunan Ka’bah. Selama ini sejatinya Anda sedang mengagungkan Tuhan Ka’bah, Pencipta dan Penguasa dunia beserta isinya.


ูَู„ْูŠَุนْุจُุฏُูˆุง ุฑَุจَّ ู‡َٰุฐَุง ุงู„ْุจَูŠْุชِ﴿ูฃ﴾ุงู„َّุฐِูŠ ุฃَุทْุนَู…َู‡ُู…ْ ู…ِู†ْ ุฌُูˆุนٍ ูˆَุขู…َู†َู‡ُู…ْ ู…ِู†ْ ุฎَูˆْูٍ

“Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan” [al-Quraisy/106 : 3 – 4]

Walau demikian, mata Anda tak akan pernah puas memandang Ka’bah, dan kerinduan akan selalu melekat dalam hati Anda untuk terus berkunjung dan beribadah di dekatnya.

Saudaraku! Fenomena yang Anda rasakan bersama Ka’bah ini sejatinya adalah efek langsung dari kobaran iman Anda kepada Allah Ta’ala. Anda menyadari bahwa Allah-lah yang memerintahkan Anda untuk meghadapkan wajah ke arahnya, karenanya Anda selalu rindu kepadanya.

Begitu kuat kerinduan Anda kepada Ka’bah hingga menjadikan Anda berusaha sekuat tenaga untuk dapat mengobati kerinduan Anda walau hanya sesaat atau minimal sekali seumur hidup Anda. Sedikit demi sedikit Anda menyisihkan dari hasil kucuran keringat Anda, agar dikemudian hari Anda berkesempatan menikmati kesejukan beribadah di sisi Baitullah Ka’bah. Bahkan mungkin Anda rela menjual berbagai aset Anda, atau bahkan berhutang agar dapat mewujudkan impian Anda ini.

BERHAJI DARI HASIL BERHUTANG
 

Kerinduan Anda kepada Ka’bah’ menjadikan banyak orang memutar otak dan mencari berbagai terobosan guna mewujudkannya. Dan diantara terobosan yang sekarang banyak ditawarkan ialah dengan mengikuti program arisan atau menggunakan dana talangan haji. Bagi banyak kalangan, program ini terasa bak hembusan angin surga yang mengobati kerinduan hatinya. Akibatnya, banyak dari mereka terbuai dan langsung menerimanya tanpa berpikir lebih dalam tentang hukum dan resikonya.

Andai mereka sedikit meluangkan waktu dan pikiranya guna menimbang-nimbang program ini, nisacaya mereka mewaspadainya, program-program semacam ini, walau pada awalnya terasa empuk, namun pada akhirnya terasa berat dan menyusahkan. Terlebih-lebih bila program dana talangan haji ditinjau dari hukum syar’inya.
Dana talangan haji yang sekarang sedang marak diterapkan di berbagai lembaga keuangan, adalah salah satu bentuk rekayasa melanggar hukum Allah Ta’ala. Praktek yang sekarang sedang menjamur di masyarakat ini sekilas berupa akad qardh (piutang) dan ijarah (sewa menyewa jasa). Dan tidak diragukan bahwa kedua akad ini bila dilakukan secara terpisah adalah halal.

Walau demikian, ketika kedua akad ini dilakukan secara bersamaan dan saling terkait, muncullah masalah besar. Yang demikian itu karena beberapa alasan :

1. Larangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

ู„ุงَ ูŠَุญِู„ُّ ุณَู„َูٌ ูˆَุจَูŠْุนٌ

“Tidak halal menggabungkan antara piutang dengan akad jual-beli” [HR Abu Dawud hadits no. 3506 dan At-Tirmidzy hadits no. 1234]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :”Pada hadits ini Nabi Shallallahu alaihi wa sallam melarang penggabungan antara piutang dengan jual beli. Dengan demikian bila Anda menggabungkan antara akad piutang dengan akad sewa-menyewa berarti Anda telah menggabungkan antara akad piutang dengan akad jual-beli atau akad yang serupa dengannya. Dengan demikian, setiap akad sosial semisal hibah pinjam-meminjam, hibah buah-buahan yang masih di atas pohonnya, diskon pada akan penggarapan ladang atau sawah, dan lainnya semakna dengan akad hutang piutang, yaitu tidak boleh digabungkan dengan akad jual-beli dan sewa-menyewa” [Majmu Fatawa Ibnu Taimiyyah 29/62]

2. Riba Terselubung
Secara lahir kreditur tidak memungut tambahan atau riba atau bunga dari piutangnya, namun secara tidak langsung ia telah mendapatkannya, yaitu dari uang sewa yang ia pungut. Anda pasti menyadari bahwa sewa menyewa (jual jasa pengurusan administrasi haji) yang dilakukan oleh lembaga keuangan terkait langsung dengan akad hutang piutang. Biasanya, yang telah memiliki dana sendiri untuk biaya hajinya, tidak akan menggunakan layanan “dana talangan haji” ini. Dengan demikian, adanya talangan dana haji ini, menjadikan lembaga keuangan terkait dapat memasarkan jasanya dan pasti mendapatkan keuntungan dari jual-beli jasa tersebut.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan hal ini dengan berkata : “Kesimpulan dari hadits ini menegaskan bahwa : Tidak dibenarkan menggabungkan antara akad komersial dengan akad sosial. Yang demikian itu karena keduanya menjalin akad sosial disebabkan adanya akad komersial antara mereka. Dengan demikian akad sosial itu tidak sepenuhnya sosial. Namun akad sosial secara tidak langsung menjadi bagian dari nilai transaksi dalam akad komersial.

Dengan demikian orang yang menghutangkan uang sebesar seribu dirham kepada orang lain, dan pada waktu yang sama kreditur tidak rela memberi piutang kecuali bila debitur membeli barangnya dengan harga mahal. Sebagaimana pembeli tidaklah rela membeli dengan harga mahal melainkan karena ia mendapatkan piutang dari penjual” [Majmu Fatawa Ibnu Taimiyyah 29/63]

3. Memberatkan Masyarakat
Sistem setoran haji yang diterapkan oleh Departemen Agama dengan online, sehingga dapat dilakukan kapan saja, telah mendatangkan masalah besar. Masyarakat berlomba-lomba untuk melakukan pembayaran secepat mungkin, guna mendapatkan kepastian jadwal keberangkatan. Akibatnya , banyak dari mereka yang sejatinya belum mampu menempuh segala macam cara, karena khawatir kelak harus menanti lama. Banyak dari mereka yang memaksakan diri dengan cara menggunakan sistem dana talangan haji atau arisan.

Adanya praktek memaksakan diri ini tidak diragukan membebani masyarakat. Terlebih-lebih menjadikan agama Islam yang pada awalnya terasa mudah, sekarang menjadi terasa sulit nan berat. Untuk dapat berhaji harus menanti sekian lama, dan selama penantian banyak dari mereka yang harus tersiksa dengan cicilan piutang. Bahkan sepulang menunaikan ibadah hajipun, sering kali masih menanggung beban cicilan biaya perjalan hajinya.

Sudah barang tentu melaksanakan ibadah dengan cara memaksakan diri semacam ini tentu tidak selaras dengan syariat Islam.


ูŠَุงุฃَูŠُّู‡َุงุงู„ู†َّุงุณُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ู…ِู†َุงู„ุฃَุนْู…َุงู„ِ ู…َุงุชُุทِูŠْู‚ُูˆْู†َ ูَุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„ุงَูŠَู…ُู„ُّ ุญَุชَّู‰ ุชَู…ُู„ُّูˆุงูˆَุฅِู†َّ ุฃَุญَุจَّ ุงْู„ุฃَุนْู…َุงู„ِ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ู…َุงุฏُูˆْูˆِู…َ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุฅِู†ْ ู‚َู„َّ

“Wahai umat manusia, hendaknya kalian mengerjakan amalan yang kuasa kalian kerjakan, karena sejatinya Allah tidak pernah merasa bosan (diibadahi) walaupun kalian sudah merasakannya. Dan sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah ialah amalan yang dilakukan secara terus menerus, walaupun hanya sedikit” [HR Bukhari hadits no. 1100 dan Muslim hadits no. 785]

Dalam riwayat lain, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan pesan ini ketika mendengar cerita bahwa Khaula’ binti Tuwait senantiasa shalat malam dan tidak pernah tidur.

Dan dalam urusan haji Allah Ta’ala berfirman.


ูˆَู„ِู„َّู‡ِ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุณِ ุญِุฌُّ ุงู„ْุจَูŠْุชِ ู…َู†ِ ุงุณْุชَุทَุงุนَ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุณَุจِูŠู„ًุง

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” [Ali-Imran/3 : 97]

Semoga paparan singkat ini menjadi pelajaran bagi Anda untuk semakin bertambah yakin bahwa Islam adalah agama yang mudah dan tidak rela bila umatnya sengsara atau ditimpa kesusahan. Dengan demikian Anda dapat bersikap proposional dan terhindar dari hal-hal yang kurang selaras dengan syariat Islam, walau sekilas terasa empuk.

Wallahu a‘lam bish shawab.


Ditulis oleh : Ustadz DR Muhammad Arifin Badri MA | Majalah Pengusaha Muslim

Haruskah 'selfie' jadi tradisi kita, di Tanah Suci?

Haruskah Selfi Jadi Tradisi Kita di Tanah Suci?
Umat Muslim sedunia telah berupaya keras, setidaknya sekali dalam hidup untuk pergi berziarah ke tanah suci semata-mata untuk memenuhi panggilan Allah Ta'ala.
 
Haji atau pun Umrah adalah perjalanan spiritual ke Bayt Allah di Mekkah, kota kudus dimana Allah memberikan banyak sekali kemuliaan kepada para jamaah yang beribadah disana.

Sungguh menjadi kebiasaan yang harusnya tidak kita lakukan sebagaimana pernah terjadi sebelumnya, melakukan selfie (memotret diri) di tempat dan suasana yang seharusnya dipenuhi do'a do'a.

Beberapa tahun yang lalu, para jamaah haji dilarang membawa telepon genggamnya bersama mereka kala menunaikan serangkaian ibadah suci ini. Tapi beberapa kali situasi darurat yang terjadi bahkan membawa korban yang menewaskan sebagian dari para jamaah telah memaksa pemimpin spiritual melonggarkan aturan tersebut.


Media lokal merekam beberapa kejadian aktivitas selfi yang dilakukan para jamaah dan surat kabar Arab News membahasnya dengan pemuka agama, beberapa dari mereka mengatakan bahwa jamaah harus segera menghentikan itu (selfie). 


Mereka mengatakan bahwa peziarah mendokumentasikan setiap langkah mereka di sela rangkaian pelaksanaan ibadah. Melakukan selfie yang cenderung mengganggu niat dan kemampuan mereka dalam membangun hubungan spiritual yang sejati. 

Erwin E Ananto | jumrahonline | jumrah.com
  

Misteri Jembatan Setipis Rambut Dibelah Tujuh, Shirathal Mustaqim

Misteri Jembatan Setipis Rambut Dibelah Tujuh, Shirathal Mustaqim
Benarkah jembatan Shirathal Mustaqim seperti rambut dibelah tujuh? Jembatan ini merupakan jembatan yang harus dilalui siapa pun tanpa terkecuali pada waktu hari kiamat tiba. Jembatan ini disebut-sebut sebagai penghubung antara neraka dan surga. Dan menurut cerita yang beredar, jembatan ini seperti rambut yang dibelah tujuh.

Adapun cerita ini berkembang karena penafsiran dari Surah Al Fatihah yang di dalamnya disebut kata "Shirathal Mustaqim". Beberapa ulama meyakini, arti "jalan yang lurus" adalah jembatan yang lurus dan panjang. Wallahualam. Dan tidak ada dalil yang shahih yang menyatakan bahwa Shirath seperti rambut yang dibelah tujuh.

Dalam riwayat ditemukan bahwa nama jembatan ini adalah jembatan Shirath yang terbentang diatas neraka menuju ke surga. Semua manusia akan melewatinya sesuai dengan amalan mereka. Ada yang jatuh ke neraka, ada yang melewatinya dengan cepat dan ada yang melewatinya dengan lambat.


Dalam suatu riwayat mengatakan, bahwa adanya suatu jembatan diatas neraka Jahanam adalah hadist yang artinya berbunyi: "Maka dibuatlah As Shirath diatas Jahanam," Hadist Riwayat Al Bukhori dan Muslim

Diriwayatkan pula bahwa jembatan ini lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang. Seperti ucapan Abu Sa’id Al Hudri “Sampai kepada ku bahwa jembatan ini (As Shirath) lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang” hadist riwayat Imam Muslim.

Melewati jembatan As Shirath merupakan salah satu peristiwa dasyat yang akan dialami oleh manusia yang telah mengucapkan ikrar syahadat tauhid. Menyebrangi jembatan yang terbentang di dua punggun Neraka Jahanam ini tidak hanya dialami oleh umat Islam dari kalangan Nabi Muhammad SAW. Melainkan juga oleh umat beriman dari para Nabi sebelumnya, baik mereka yang imannya sejati, maupun mereka yang suka berbuat maksiat dan kaum munafik.

Menurut sebagian ahli tafsir, peristiwa menyebrangi jembatan diatas neraka, telah diisyaratkan Allah dalam Al-Qur’an.

“Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang zhalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.” (Qs Maryam/19: 71-72).

Lalu bagaimanakah bentuk jembatan Shirath yang nantinya akan kita lalui?  Dalam sebuah hadist, Nabi Muhammad SAW menggambarkan keadaan jembatan As Shirath. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Licin lagi menggelincirkan, diatasnya terdapat besi pengait dan kawat berduri yang ujungnya bengkok, Ia bagikan pohon berduri di Nejd, dikenal dengan pohon Sa’dan. Dan dibentangkanlah jembatan Jahanam. Akulah orang pertama yang melewatinya. Doa para Rasul pada saat itu, “Ya Allah Selamatkan lah, selamatkanlah,”. Pada Shirath itu juga terdapat pengait-pengait seperti duri pohon Sa’dan. Hanya saja tidak ada yang mengetahui ukuran besar kecuali Allah. Maka Ia mengait manusia, sesuai dengan amalan mereka,” (HR. Al-Bukhari).

Jembatan Shirath tersebut amat licin, sehingga sangat mengkuatirkan bagi siapa saja yang melewatinya. Dimana kita mungkin saja terpeleset dan terperosok jatuh. Shirath tersebut juga mampu menggelincirikan orang-orang yang berjalan diatasnya. Para ulama telah menerangkan bahwa maksud dari kata menggelincirkan, yaitu jembatan tersebut bergerak ke kanan dan ke kiri, sehingga membuat orang yang melewatinya takut akan tergelincir dan tersungkur jatuh.

Shirath tersebut memiliki besi pengait yang besar, penuh dengan duri dan dibagian ujungnya bengkok. Ini menunjukan siapa yang terkena besi pengait ini tidak akan lepas dari cengkramannya. Terpeleset atau tidak, tergelincir atau tidak dan tersambar oleh pengait besi atau tidak semua itu ditentukan oleh amal ibadah dan keimanan masing-masing.

Shirat ini terbentang di neraka Jahanam sehingga barang siapa yang terpeleset dan tergelincir atau terkena sambaran besi pengait maka Ia akan jatuh ke dalam Neraka Jahanam. Shirath tersebut sangat halus sehingga akan sulit melewatkan kaki di atasnya. Shirath juga sangat tajam sehingga bisa membelah orang yang melewatinya.

Sekalipun Shirath ini halus dan tajam manusia tetap dapat melewatinya. Karena Allah SWT maha kuasa untuk menjadikan manusia mempu berjalan diatas apapun. Kesulitan untuk melewati Shirath karena kehalusannya atau terluka karena ketajamannya, semua itu tergantung pada kualitas keimanan setiap orang yang melewatinya.

Setelah kita mengetahui bagaimana bentuk Shirath dalam hadist-hadist shahih, kita akan mengetahui pula bagaimana keadaan manusia saat melewati Shirat tersebut. Rasulullah SAW bersabda dalam (Shahih, HR. Muslim) artinya:

"Lalu diutuslah amanah dan rahim (tali persaudaraan) keduanya berdiri di samping kiri-kanan shirath tersebut. Orang yang pertama lewat seperti kilat." Aku bertanya: "Dengan bapak dan ibuku (aku korbankan) demi engkau. Adakah sesuatu seperti kilat?" Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab : "Tidakkah kalian pernah melihat kilat bagaimana ia lewat dalam sekejap mata? Kemudian ada yang melewatinya seperti angin, kemudian seperti burung dan seperti kuda yang berlari kencang."


Akan ada manusia yang menyebrangi jembatan dengan selamat dan ada pula yang terluka karena sabetan duri-duri yang mencabik-cabik tubuhnya. Lalu ada pula mereka yang gagal menyebranginya hingga ujung, mereka terpeleset, tergelincir hingga terjatuh dan terjerembab dengan wajahnya ke nereka yang menyala-nyala di bawah jembatan. Lalu bagaimana seseorang menyebranginya dengan selamat?

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa saat peristiwa menegangkan itu sedang berlangsung, para Nabi dan malaikat sibuk mendoakan bagi orang-orang berimana. Mereka berdoa yang artinya, “Ya Rabbi selamatkanlah, Ya Rabbi selamatkanlah”. Selanjutnya Allah akan meberikan cahaya bagi orang yang beriman dan bertaqwa. Allah telah menjelaskannya dalam Al-Qur’an yang artinya artinya :

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu, dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman yang bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS.At-Tahrim:8)

Dan pada saat itulah, setiap orang tidak akan ingat pada orang lainnya, betapa sulitnya bagi kita untuk menyeberang di atasnya. Tetapi Allah maha perkasa sekaligus maha bijaksana, Allah akan memberikan bekal bagi orang-orang beriman dan bertaqwa untuk sangggup melintas di jembatan tersebut.

Sungguh pemandangan yang pastinya sangat mendebarkan. Pantaslah jika Rasulullah menyatakan, bahwa jika saat menyeberangi jembatan di atas neraka Jahanam ini sedang berlangsung, seseorang tidak akan ingat orang lainnya sebab setiap orang sibuk memikirkan keselamatannya masing-masing.
jumrahonline

Cara Para Malaikat Mencatat Amal Kita

PERBANYAKLAH ISTIGHFAR. Manusia ternyata selalu mendapatkan pengawasan dari malaikat-malaikat utusan Allah. Hal ini bukan isapan jempol belaka, melainkan tertulis di dalam Al-Qur’an dan hadist. Diterangkan bahwa satu malaikat berada disisi kanan manusia untuk mencatat amal baik, sedangkan disisi kiri bertugas untuk mencatat hal-hal buruk yang dilakukan manusia.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa ada lima malaikat yang bergantian menemani manusia siang dan malam. Dua diantaranya menjaga pada malam hari, dua lagi bergantian menjaga pada siang hari, dan satu malaikat tidak pernah berpisah dengan manusia.

Malaikat akan berada di sisi kanan dan kiri jika manusia duduk. Ketika manusia berjalan, satu malaikat akan berada di depannya, dan malaikat yang lain berada di sisi belakang manusia. Dan ketika manusia tidur, kedua malaikat akan berada di dekatnya kepalanya.

Hal ini dijelaskan dalam surat Qaaf 16 – 18 yang artinya,


“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya”, “(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri”. “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Qaaf 16 – 18)”

Rasulullah bersabda, malaikat sebelah kanan bisa lebih dapat dipercaya dibanding malakat pencatat keburukan di sebelah kiri. Hadits tersebut sebagaimana dikatakan oleh Imam al Munaawi dalam syarah Jami’ushshaghier, Faidhul Qadir 2/579 mengutip Majma’ Az Zawa`id yang artinya,

"Maka jika manusia beramal jelek dan malaikat di sebelah kiri akan menulisnya, maka malaikat di sebelah kananya berkata kepadanya, “Tunggu dulu, tunggulah selama 7 jam, jika dia beristighfar kepada Allah jangan kau tulis dan jika dia tidak beristighfar maka tulislah satu kejelekan."

"Para malaikat datang berganti-ganti kepada kalian pada waktu malam dan siang hari. Mereka berkumpul saat shalat subuh dan Ashar. Kemudian yang menjaga kalian di waktu malam naik."


Kemudian Allah Yang Maha Mengetahui urusan mereka, bertanya kepada malaikat-malaikat tersebut, "Bagaimanakah keadaan hamba-Ku ketika kalian tinggalkan? mereka menjawab, "Kami tinggalkan mereka ketika mereka sedang shalat dan kami datang juga ketika mereka sedang shalat."
(HR.Muslim)

Malaikat ini menulis amal kebaikan dan kejelekan diantara kedua bahunya. Lidahnya sebagai pena, mulutnya sebagai tempat tinta, keduanya menulis amal manusia sampai datang hari kematiannya. Dan saat manusia sudah masuk ke liang lahat,  kedua malaikat berkata:

“Wahai Tuhanku, Engkau telah menyerahkan kepada kami hamba-Mu untuk menulis amalnya dan sungguh Engkau telah mencabut ruhnya, maka ijinkanlah kami naik ke langit.”

Maka Allah SWT berfirman,

“Langit telah dipenuhi dengan malaikat yang membaca tasbih, maka kembalilah kalian berdua dan bertasbihlah kepada-Ku, bacalah takbir dan tahlil, dan tulislah bacaan-bacaan itu untuk hamba-Ku sampai dia dibangunkan dari kuburnya.”

Artinya malaikat-malaikat ini akan menemani manusia hingga hari pembalasan kelak. Itulah sebabnya manusia harus punya adab yang baik dalam menjalankan keseharian agar malaikat ini mau selalu dekat dengannya.

Beberapa hal yang membuat malaikat penjaga menjauhi kita adalah rumah yang ada anjing, gambar, patung & lonceng, Malaikat tidak suka orang yang bakhil/pelit. Malaikat mencela orang yang suka mencela, malaikat menjauhi orang yang telanjang dan masih banyak hal-hal buruk lainnya.

pirasi.com

Opini: Benarkah Insiden Mina By Design?

OPINI: Benarkah Insiden Mina By Design?
Banyak analisa yang berkembang pasca insiden Mina yang hingga kini telah memakan korban jiwa lebih dari 500 orang. Lalu mengapa terjadi musibah yang amat memilukan ini? Ada beberapa benang merah yang coba saya himpun, ini baru analisa pribadi.

Setelah kejadian tersebut yang lantang memojokkan Saudi adalah Iran, resmi dari para pemimpinnya, jangan tanya dengan para pengikutnya, termasuk di Indonesia

Sebenarnya wajar sekali Saudi dikritik, tapi nada mereka sangat terkesan unsur ‘syamatah’…. bahasa kita adalah ‘rasain lu’... ‘makan tuh’

Yang rame juga kaum liberalis, mereka dapat amunisi besar untuk pojokkan Saudi. Mereka lupa, konser musik yang cuma puluhan ribu sering terjadi insiden.

Sangat besar kemungkinan, insiden ini by design (telah dirancang), ada yang siap membuat masalah, dan sudah disiapkan pula statement politiknya

Membaca beberapa berita yang masuk dan info dari kawan-kawan, besar kemungkinan, kaum syiah bermain.

Jamaah haji Iran termasuk jamaah haji terbesar jumlahnya, bahkan mungkin yang pertama atau kedua setelah Indonesia

Laporan media: Insiden terjadi berbarengan mengalirnya gelombang jamaah haji asal Iran dalam jumlah sangat besar (http://sabq.org/aWHgde)

Ada saksi mata yang laporkan, jamaah haji Iran kembali dari jamarat melalui jalan yang sama, seharusnya melalui jalur lain. Tentu saja arus mereka berlawanan dan bentrok dengan arus jamaah yang hendak berangkat ke Mina untuk melontar jumrah,  terjadilah insiden tersabut.

Beberapa data menguatkn hal ini, lokasi kemah jamaah Iran berada di belakang TKP. Maka praktis TKP menjadi jalur pergi pulang jamaah Iran dan jamaah warga Arab serta warga Asia selatan.

Kemudian, dari data sementara korban yang saya dapatkan, jamaah haji Iran paling banyak jumlahnya

Kita tahu, kondisi politik Iran dan Saudi sedang panas-panasnya. Pasukan koalisi sedang bergerak rebut ibu kota Yaman yang dikuasai houthi dukungn Iran

Jelas ada kepentingan besar untuk jatuhkan Saudi di mata internasional. Merekayasa insiden haji adalah hal yang cukup efektif.

Secara idiologis, hari kesepuluh Zulhijjah memiliki arti tersendiri bagi kaum Syiah . Apa itu?

Kita tentu tahu catatan dalam sirah, tahun 8 H turun perintah haji, lalu tahun 9 H Rasulullah saw utus Abu Bakar dan para sahabatnya pergi haji

Rasulullah saw sendiri belum pergi haji pada tahun terssbut, beliau baru pergi haji tahun ke 10nya. Tahun ke-9 beliau sibuk terima delegsi dari berbagai suku.

Makanya tahun itu disebut Aamul wufuud, tahun datangnya berbagai delegasi dari berbagai suku Arab untuk bertanya tentang Islam.

Selain itu, Rasulullah saw tidak pergi haji pada tahun itu, karena masih ada orang musyrik yang pergi haji dan masih ada yg thawaf telanjang

Jangan heran, dalam masyarakat Arab Jahiliyah, juga dikenal ibadah haji, sisa-sisa peninggalan ajaran Nabi Ibrahim, tetapi dengan sejumlah penyimpangan. Di antaranya adalah kalau tawaf, mereka telanjang, katanya biar total ibadahnya.


Abu Bakar Rasulullah saw perintahkan bersama sejumlah sahabat, untuk umumkan dua perkara penting; Pertama, setelah tahun ini tidak boleh ada lagi orang musyrik yang pergi haji. Kedua; Tidak boleh lagi ada yg tawaf dalam keadaan telanjang.

Pada saat itu turunlah surat Al-Baroah, nama lain surat attaubah, yg isinya membatalkan semua perjanjian dg kaum musyrikin Arab ketika itu

Kesimpulannya, pada hari kesepuluh Zulhijjah, pada hari Nahr atau Idul Adha, Abu Bakar asshidiq umumkan di Mina keputusan Nabi terssbut.

Dengan demikian, sejak saat itu, riwayat kemusyrikan dan prakteknya tamat dari tanah suci Mekah. Lalu tahun depannya Nabi pergi haji.

Apa kaitannya pengumuman yang disampaikan Abu Bakar tadi dengan orang-orang Syiah? Mereka berpendapat yang berhak mengumumkan itu seharusnya Ali.

Versi mereka, ini sudah menyangkut masalah kenegaraan, dan Ali ra bagi syiah adalah pemilik sah kekhalifahan setelah Rasulullah saw. Kejadian ini bagi mereka memperpanjang bukti, Abu Bakar ‘merampas’ wewenang Ali.

Maka permusuhan mereka terhadap Abu Bakar menjadi-jadi, lalu moment 10 Dzulhijjah bagi jamaah haji syiah sering digunakan kesempatn muzoharoh, demonstrasi. Mereka menyebutnya sebagai muzoharoh baro’ah, demontrasi untuk berlepas diri dari kemusyrikan.

Tapi hakekatnya adalah pengagungan terhadap Ali dan Husain. Sedangkan baro’ahnya adalah kepada Abu Bakar, Umar dan kaum suni yg mereka sebut nawasib. Talbiahnya pun bukan Labbaika Allahumma labbaik, tapi labbaika yaa Husein.

Beberapa tahun lalu, rombongan mereka dalam jumlah besar di Mina, mengangkat panji-panji besar, persis demonstrasi.

Yel-yelnya ketika itu adalah ‘Al-Maut Li Amrika’ Mampuslah amerika. Saat itu Amerika masih jadi setan besar bagi Syiah.

Beberapa benang merah inilah yang mendasari kesimpulan bahwa sedikit atau banyak, ada faktor kesengajaan kaum syiah dalam insiden ini.

Hal ini tidak menutup mata kemungkinan adanya kelalaian dari pihak penyelenggara haji, Saudi. Tapi juga jangan menutup mata atas usaha keras mereka.

Masukan harus disampaikan secara utuh dan terpadu, bagus juga jika dibuatkan tim pencari faktanya di antara negara Islam.

Isunya insiden karena adanya rombongan Raja Salman atau pangeran, itu mustahil. Untuk apa Raja Salman blusukan ke sana saat-saat padat.

Kalau mereka mau melontar, ada ruangan bawah tanah jamarat, khusus untuk pejabat dan tamu-tamu khusus.

Ini bukan analisa karena kebencian, atau mencari-cari alasan. Jujur saja, insiden ini sangat tidak normal.
dakwatuna.com

Review: Situs Sejarah Islam di Mekkah Makin Punah

Review: Situs Sejarah Islam di Mekkah Makin Punah
Beberapa situs paling suci bagi umat Islam, Mekkah, di Arab Saudi terancam punah. Pemerintah Kerajaan di Riyadh setuju dengan pembangunan Masjidil Haram menjadi kawasan megapolitan. Akibatnya, beberapa peninggalan sejarah Rasul Muhammad saw dinyatakan hilang.

The Independent baru-baru ini mengatakan upaya penyulapan kawasan Masjidil Haram menjadi kawasan elitis telah berlangsung sejak sepekan lalu.

Sebuah dokumentasi yang dilansir beberapa media internasional menunjukkan aktivitas pengerukan tanah di sebalah timur Ka'bah. Jejeran eskavator melubangi lahan dan membumihanguskan beberapa situs-situs bersejarah umat Islam.

.
Dikatakan, situs yang telah hancur adalah tempat Rasul Muhammad mengawali perjalanan Isra' Mi'raj (620 M). Situs lain yang ikut dihancurkan adalah kolom peninggalan Dinasti Ottoman dan Dinasti Abbasiyah.

 

Di tempat-tempat tersebut, dikatakan menyimpan segudang peninggalan kejayaan Islam berupa dokumentasi kaligrafi (seni menulis ayat-ayat suci Al-quran) tertua di dunia. Tempat-tempat yang babak belur itu juga mengandung sejarah bagi masa Khulafaur Rasyidin (632 - 661 M).

Press Television mengatakan, Kerajaan Saudi mengklaim penghancuran situs-situs tersebut adalah bagian dari rencana pembangunan multi-miliar dolar. Pembangunan dikatakan untuk peningkatan kapasitas peziarah yang singgah ke Masjidil Haram.

Raja Saudi Abdullah juga menunjuk ulama Wahabi dan Imam Masjidil Haram, Abdul Rahman al-Sudais sebagai penanggungjawab pembangunan kali ini. Tercatat dalam kesepakatan, konsorsium bernama Binladin Group adalah sebagai pemenang tender pembangunan tersebut.

Binladin Group adalah salah satu anggota utama dalam lingkaran ekonomi terbesar di Arab Saudi. Konsorsium itu dikatakan menjadi pintu lebar bagi investor asing yang hendak menanamkan modalnya di Tanah Arab.

Binladen Group juga menjadi kontraktor utama perluasan kompleks Masjid Nabawi di Madinah pada 2012 lalu. Pemerintah Kerajaan Saudi memang gemar meremajakan kompleks Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah.

Saban tahunnya, miliaran dolar digelontorkan untuk ekspansi dan perluasan. Kerajaan berdalih ekspansi tersebut adalah untuk peningkatan layanan dan daya tampung peziarah.

Memang, saban tahunnya jutaan umat muslim melangsungkan ritual keagamaan wajib di Makkah dan Madinah. Perluasan diperlukan lantaran semakin membludaknya jumlah jemaah.

Tahun lalu, pembangunan dan perluasan di Masjid Nabawi, sempat mendapat kecaman luas dari kelompok muslim dunia. Sebab konsorsium ini menyulap rumah Rasul Muhammad di kompleks masjid sebagai toilet umum.

Makam manusia tersuci bagi Umat Islam itu juga pernah terancam akan dibongkar untuk tujuan serupa. Bagi keluarga kerajaan dan Wahabi, situs-situs relijius tersebut berpotensi melunturkan nilai-nilai keagamaan, dan mendekati kemusyrikan.

Direktur Islamic Heritage Research Foundation, Irfan al-Alawi, mengatakan Kerajaan Saudi melakukan kecerobohan dalam pembangunan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Perluasan kawasan semestinya tidak menjadikan situs-situs sejarah tersebut sebagai objek penghancuran.

Kata dia, penghancuran tiga situs penting Umat Islam kali ini adalah langkah signifikan menuju penghancuran situs-situs Islam berikutnya. Al-Alawi menuding Kerajaan Saudi sedang menghapus catatan sejarah Umat Muslim.

Kritikus sejarah peradaban islam lainnya mengatakan, penghancuran situs-situs Islam adalah penghinaan. Press Television menggolongkan aktivitas penghancuran tersebut sebagai bagian dari agenda terselubung untuk menghilangkan rekam sejarah agama samawi terbesar ini.

republika.co.id - Minggu, 17 Maret 2013

Memahami Latar Belakang Tragedi Mina 2015

Tampaknya pelaksanaan haji tahun ini sangat menyedihkan, musibah besar terjadi berulang kali, sangat layak di evaluasi. Setelah jatuhnya crane raksasa di Masjidil Haram, terbakarnya hotel jamaah haji Indonesia, hari ini terjadi musibah Mina.

Belum ada info detail tragedi Mina saat ini, tapi tanggal 10 dan 12 Dzulhijjah memang saat yang krusial bagi jamaah haji. Sering terjadi musibah. Mengapa tanggal 10 dan 12 sangat krusial bagi jamaah haji? Ini terkait dengan pengaturan, mentalitas serta pemahaman jamaah haji itu sendiri.

Pada hari ke 10 Dzulhijjah, ada 4 manasik penting dalam haji, melontar jumrah aqabah, menyembelih dam, menggundul dan tawaf sai. Nah yang krusial adalah masalah melontar. Ketentuannya dilakukan setelah subuh, sunah pada waktu Dhuha. Tapi bisa dilakukan sore atau malam.


Masalahnya, saat itu kondisi fisik jamaah sudah melemah setelah perjalanan melelahkan sejak tanggal 8 dari Mina ke Arafah, lalu dari Arafah ke Muzdalifah. Semua dilakukan di tengah lautan manusia, lebih dari 2 juta, udara sangat panas dan dalam titik tertentu, sangat padat dan berdesak-desakan.
 

Yang sering terjadi, sebagian dari jamaah haji, dan itu jumlahnya bisa ratusan ribu, bahkan lebih dari 1 juta, memaksakan jalan dari Muzdalifah ke Mina. Biasanya yang seperti ini dari bangsa Afrika dan dataran India, serta mereka yang tidak memiliki tenda resmi. Perkiraan saya, korban dari jamaah RI sedikit.

Meskipun tidak tertutup kemungkinan ada juga jamaah RI yang jadi korban, tapi sekali lagi insya Allah sedikit dibanding jamaah dari negara lain.

Ada 2 tipe jamaah haji yang pagi-pagi berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina. Tipe Pertama mereka yang ingin laksanakan sunah haji secara strik, kurang fleksibel. Sunnahnya memang melontar pada hari ke 10 ini pada waktu Dhuha. Nah, banyak yang kejar sunah ini. Biasanya mereka dari daratan Afrika dan India.

Tipe Kedua mereka yang tidak punya tenda resmi di Mina, biasa disebut haji koboi. Tidak ada pilihan, mereka jalan langsung ke Mina, kadang bawa tas besar. Adapun yang punya tenda, biasanya dari Muzdalifah, dapat singgah dulu sambil lihat-lihat suasana, setidaknya mereka bisa istirahat dan kumpulkan stamina.

Nah, kedua tipe ini yang cukup dominan adalah orang-orang dari dataran Afrika dan India; Pakistan, India dan Bangladesh, (afwan bukan bermaksud rasial). Ada juga dari negara-negara lain, termasuk dari Indonesia.

Adapun jamaah haji yang resmi, umumnya mereka akan diangkut oleh bis khusus atau kereta ke tenda-tenda mereka terlebih dahulu.

Kembali ke pejalan kaki ini, yang khas juga dari sebagian mereka, adalah fisiknya tinggi besar, cenderung temperamental dan egonya lumayan. Masalahnya lagi, jalan dari Muzdalifah yang asalnya lebar dan banyak, mendekati Mina menjadi menyempit, semacam bottle neck.

Menyempit di sini bukan berarti benar-benar sempit. Jalannya sudah lebar, tapi untuk menampung jumlah jamaah yang besar, jadi terasa sempit. Nah, di sinilah yang sangat krusial. Jumlah ratusan ribu tiba-tiba datang seperti air bah, jalan menyempit, lalu terjadilah desak-desakan, ada yang panik, dll.

Temperamen keras dan tidak mau mengalah memperparah keadaan, ada kondisi fisik melemah, haus… akhirnya terjadi kepanikan, korban pun jatuh. Kadang kejadiannya sulit diperkirakan. Jamaah bisa begitu saja datang dalam jumlah besar, sedangkan di waktu lain, normal-normal saja.

Jadi, musibah kali ini bukan di jamarat, tapi di jalan menuju jamarat. Ini yang mungkin kurang di antisipasi dengan maksimal. Sebab yang fokus diperhatikan selama ini adalah jamarat. Karena sekian tahun yang sering terjadi musibah adalah di jamarat. Saat itu jamarat masih dua lantai. Tidak cukup menampung beban jamaah yang sangat besar, mudah terjadi desak-desakan, khususnya tanggal 10 dan 12 tersebut.
 

Namun sejak beberapa tahun lalu, masalah jamarat relatif teratasi dengan sangat baik setelah diperluas dan dibangun menjadi 5 lantai. Sehingga beberapa tahun terakhir ini, tidak kita dengar berita musibah dari jamarat. Info dari beberapa teman, tadipun jamarat normal.

Nah rupanya jalan menuju jamarat yang kini menjadi titik krusial. Sebenarnya banyak petugas yang mengarahkan atau mengatur. Cuma itulah, kadang ada sebagian jamaah haji yang sulit diatur. Beberapa tahun lalu, beberapa petugas meninggal karena membendung arus jamaah. Maksudnya untuk mengurangi kepadatan di jamarat. Namun apa daya, bendungannya tak kuat menahan arus jamaah yang menjebolnya, dan tumbanglah mereka.

Memang berat, kalau sudah berada di pusaran kepadatan, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Minimal kita bertahan agar jangan jatuh. Kalau jatuh bahaya.

Jadi kesimpulannya, musibah ini terjadi di jalan menuju jamarat, karena desak-desakan dengan kondisi seperti yang saya sebutkan tadi. Jadi akumulasi kepadatan luar biasa, keletihan, suhu sangat panas, penyempitan jalan, dan sebagian karena memaksakan dan tidak taat aturan.

Betapapun ini adalah musibah, kita terima dengan ridha, tapi masalah evaluasi harus dilakukan, jika terbukti ada kelalaian harus dijatuhi hukuman.
 

dakwatuna.com

Kilas Balik: Proyek Ambisius di Tanah Kudus

Pada Juni 2008 itu suara-suara klakson truk-truk pengangkut material bangunan membelah ratusan jamaah yang bergegas menuju Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, suatu siang di penghujung Juni lalu. Di tengah sengatan matahari gurun sepanas 44 derajat celsius, para jamaah menepi sembari menutup hidung. Mereka terkepung kepulan debu pekat dari roda truk yang menjejak tanah tak rata akibat reruntuhan gedung.

Mobil pemadam kebakaran terlihat beberapa kali menyemprotkan air untuk mengurangi debu. Tapi upaya itu malah membuat sebagian jamaah yang berasal dari Indonesia ekstra hati-hati. "Awas kubangan, lompat sedikit, ya, Bu," seru seorang jamaah perempuan sambil memegang erat lengan sang bunda yang sudah berusia lanjut. Selamat dari kubangan, mereka masih berusaha agar tak tersandung pada bongkahan besar-kecil rongsokan bangunan.


Belasan ribu bangunan hotel, rumah, toko, dan kantor yang dulu memenuhi sisi barat daya hingga utara Masjidil Haram, kini nyaris rata dengan tanah. Suasana di lokasi seluas 230.000 meter persegi itu semrawut. Persis seperti zona perang. Bukit-bukit reruntuhan bangunan menyembul sepanjang tebaran mata. Beberapa gedung masih tegak berdiri, tapi nyaris tanpa dinding.

Ratusan truk, buldozer, dan crane milik kontraktor Saudi bin Laden terlihat hilir mudik. Sedangkan mesin-mesin pengungkit raksasa menjulang di angkasa, di sekeliling bangunan dan menara Masjidil Haram yang terbungkus kerangka besi. Semua ini membuat tampilan anggun masjid terluas di dunia itu seperti dalam kartu pos sama sekali tak terlihat.


Renovasi besar-besaran itu mulai berderap di Mei 2008 atas perintah Abdullah, selaku Penjaga Dua Kota Suci (Khadimul Haramain). Raja Abdullah ingin menambah 35% kapasitas Masjidil Haram. Pada saat ini, masjid seluas 356.000 meter persegi itu mampu menampung hingga 2 juta jamaah di dalam dan di halaman.

Proyek pengembangan keempat itu bisa dibilang yang terbesar. Menurut data dari Kementerian Urusan Kota dan Desa, yang dipublikasikan kantor berita KPA, Pemerintah Arab Saudi akan memperluas halaman masjid, membangun tempat parkir, dan memperluas lokasi sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah menjadi tiga tingkat.

Pembangunan intensif juga terjadi di Armuna (Arafah, Musdalifah dan
Mina) yang menjadi rangkaian tempat pelaksanaan ibadah haji. Tempat pelemparan jumrah ditata ulang demi keamanan jamaah. Jaringan transportasi subway juga akan dibangun mulai seputar Masjidil Haram hingga Arafah.
.
Proyek paling ambisius yang diperkirakan baru tuntas tahun 2020 itu bakal menyerap dana hingga US$ 100 milyar (Rp 920 trilyun). Besarnya dana yang luar biasa ini mencakup pembangunan gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, apartemen, dan hotel-hotel baru di Mekkah.

Sumber pendanaannya beragam, dari asing hingga dana internal Saudi yang tengah menikmati berkah melambungnya harga minyak dunia, yang nyaris menyentuh US$ 150 per barel. Meski proyek itu tergolong amat besar, para investor sama sekali tak ragu menanamkan modalnya. 


"Bagi mereka, tempat ini adalah safe haven yang menjanjikan keuntungan besar. Musim haji dan umrah rutin berjalan tiap tahun, dengan jumlah muslim dunia yang terus bertambah,” kata Imad Awad, Head of Equity Capital Markets NBD Investment Bank.

Setiap tahun, jumlah jamaah haji mencapai 4 juta orang, plus belasan juta jamaah umrah. Selama lima tahun mendatang, jumlahnya meningkat hingga 10% setiap tahun. Data Kadin Mekkah menyebutkan, tahun lalu, belanja para jamaah haji dan umrah mencapai 10 milyar riyal (Rp 25 trilyun) di Mekkah saja.

Kehadiran 15-an juta jamaah itu tentu saja membutuhkan akomodasi tempat tinggal serta kesempatan beribadah yang nyaman dan memadai. Inilah salah satu landasan utama Raja Abdullah menggelar renovasi dan perluasan Masjidil Haram dan seluruh lokasi ibadah haji lainnya. Menurut Fahas bin Al-Jarboa, Wakil Sekretaris Jenderal Supreme Commission for Tourism in Saudi Arabia, megaproyek itu bakal mengubah seluruh kawasan seputar Masjidil Haram. "Kami berharap, ini juga akan mengubah Mekkah secara dramatis," kata Fahas.


FANTASTIS, karena pembersihan kawasan sekitar Masjidil Haram tak segan meruntuhkan bangunan megah hotel bintang lima dan empat sekalipun. Mulai Hotel Sheraton, Hotel Sofitel, Hotel Qurtuba, Hotel Zahret, Hotel Darkum, Hotel Talal, Hotel Firdaus Umrah, hingga Hotel Firdaus Mekkah, semuanya akan diratakan dengan tanah. Hotel-hotel ini, bersama bangunan perumahan lainnya, masuk areal seluas 587.250 meter persegi di seluruh Mekkah yang harus ditata ulang.

Jika ditotal, renovasi Masjidil Haram dan kota Mekkah dijalankan lewat 973 proyek baru. Terbagi menjadi beberapa wilayah, seperti 85 proyek di wilayah Syamiyah yang terletak di sisi barat laut hingga utara Masjidil Haram. Kawasan ini akan dipenuhi hotel bintang lima, pertokoan, pusat perbelanjaan, dan restoran.

Di sisi barat Masjidil Haram yang meliputi kawasan Jabal Umar dan Jabal Ka’bah dibangun hal serupa. Plus stasiun kereta api induk, areal parkir yang mampu memuat 12.000 mobil, pasar, dan fasilitas umum lainnya. Sebuah terowongan sepanjang 1.000 meter akan dibangun menembus Jabal Umar dan menyambung ke Jalan Ummul Qura.

Di sisi tenggara dan selatan, yang mencakup kawasan Jabal Khandama, dibangun hunian untuk menampung 240.000 orang. Salah satu proyek terbesar di kawasan ini adalah Abraj al-Bait. Proyek pembangunan tujuh menara pencakar langit ini selesai tahun depan dan sanggup menampung 65.000 orang. Di kawasan ini juga dibuat jalur pejalan kaki menuju Masjidil Haram, yang terhubung dengan dua jalan utama.

Meski perombakan besar-besaran kali ini diiringi dengan pembangunan fasilitas angkutan massal dan pelayanan publik lainnya, bagi sebagian ahli sejarah dan tata kota, perubahannya terlalu besar. 


Salah satu pihak yang keberatan adalah Sami Angawi, arsitek dan pendiri Centre for the Custodian of the two Holy Mosques Institute for Hajj Research. Sami menilai, mereka tengah menyaksikan detik-detik terakhir Mekkah tampak seperti pada saat diciptakan Tuhan dengan lanskap dan gunung-gunungnya.

Pemerintah Saudi ingin meratakan gunung-gunung di Mekkah supaya lebih banyak lahan datar. “Mestinya lanskap kota Mekkah tradisional tetap dipertahankan. Jangan hanya memikirkan bagaimana menampung sebanyak mungkin orang dan seberapa banyak uang yang bisa diperoleh,” ujar Sami.

Beberapa pihak lain menyayangkan pembangunan gedung pencakar langit di sekitar Masjidil Haram itu. Sebab gedung pencakar langit itu akan menutupi pandangan dari Ka’bah dan landmark di sekelilingnya. Kondisi ini akan menghilangkan keseimbangan letak Masjidil Haram, yang secara filosofis dipandang sebagai contoh pusat keseimbangan dunia. 


"Alasan mereka bisa dipahami. Tapi, di sisi lain, kita butuh tempat untuk menampung jamaah,” kata Lahem al-Nasser, seorang ahli perbankan Islam yang mendukung megaproyek perluasan Masjidil Haram itu.

Megaproyek ini juga memicu kenaikan harga properti di Mekkah. Kini harga tanah mencapai 250.000 riyal (Rp 625 juta) per meter persegi di kawasan sekitar Masjidil Haram. Nyaris dua kali lipat dari harga tanah di Monako, negara yang selama ini memiliki kawasan real estate paling mahal menurut data Global Property Guide. 


"Malah para pengembang mengira, harga tanah akan naik empat kali lipat hingga 1 juta riyal (Rp 2,5 milyar) per meter,” ujar Imad Awad. Harga tanah yang paling mahal ini terletak di area yang bisa melihat langsung pemandangan Ka’bah.
(Arsip Gatra, 29 September 2008)


Ketika Mekkah Menjelma 'New Las Vegas'?

Ketika Mekkah Menjelma 'New Las Vegas'?
Di balik pintu tertutup—dimana polisi dan keamanan lainnya tidak dapat mendengarkan—penduduk Mekkah mulai menyebut kota mereka sebagai Las Vegas baru, dan itu sama sekali bukan pujian kebanggaan.

Selama 10 tahun terakhir situs paling suci dalam agama Islam itu telah mengalami transformasi besar, dan membelah umat Islam di seluruh dunia.
.
Kota yang asalnya merupakan padang pasir berdebu itu berjuang untuk mengatasi jumlah jamaah haji yang membludak jutaan setiap tahunnya, dan sekarang, Mekkah menjulang dengan gedung pencakar langit berkilauan, pusat perbelanjaan dan hotel-hotel mewah.


Untuk monarki al-Saud, Mekah adalah visi mereka tentang masa depan, sebuah kota metropolis baja dan beton dibangun di atas hasil kekayaan minyak yang sangat besar dan ya, mereka menganggapnya itu semua yang bisa menampilkan kebanggaan nasional mereka.

Kapitalisme Mekkah dan Madinah

Namun angka pertumbuhan penduduk, khususnya mereka yang tinggal di dua kota suci Mekkah dan Madinah, jelas-jelas terperanjat ketika menyadari bahwa warisan arkeologi bangsa diinjak-injak di bawah mania-konstruksi yang ironisnya didukung oleh ulama garis sebelah, yang menggembor-gemborkan pelestarian warisan mereka sendiri.

Mekah, merupakan tempat di mana Nabi Muhammad mengatakan bahwa semua Muslim akan berkedudukan sama, telah menjadi tempat bermain untuk orang kaya; dan kapitalisme telah merebut spiritualitas kota itu sebagai raison d’etre (justifikasi).

Dan hanya sedikit orang yang bersedia untuk membicarakan ketakutan mereka secara terbuka karena risiko yang terkait jika mereka mengkritik kebijakan resmi di kerajaan. Arkeolog Barat? Mereka pun diam karena takut bahwa beberapa situs dimana mereka telah diberi izin untuk mengaksesnya, akan ditutup lagi bagi mereka.

Mekkah dan Madinah; Selesai?

Namun sejumlah arkeolog dan sejarawan terkemuka Saudi berbicara sangat yakin bahwa peluang untuk menjaga situs suci yang tersisa di Arab Saudi secara historis telah tertutup rapat.

“Tidak ada yang memiliki nyali untuk berdiri dan mengutuk budaya vandalisme,” kata Dr Irfan Al-Alawi, Direktur Eksekutif Yayasan Riset Warisan Islam, yang tampaknya telah berjuang sia-sia untuk melindungi situs sejarah negara dan agamanya. “Kami telah kehilangan 400-500 situs.  Saya hanya berharap tidak terlalu terlambat untuk membalikkan keadaan…”

Sami Angawi, pakar terkenal di arsitektur Islam di Saudi, tak kurang khawatir juga. “Ini adalah kontradiksi mutlak untuk sifat Mekkah dan kesucian rumah Allah,” katanya kepada kantor berita Reuters awal tahun ini. “Baik [Mekkah dan Madinah] secara historis hampir selesai. Anda tidak menemukan apa-apa lagi kecuali gedung pencakar langit..”

Renovasi Masjidil Haram

Keprihatinan Dr Alawi yang paling mendesak adalah renovasi Masjidil Haram yang diperkirakan akan menelan 690 juta poundsterling. Masjidil Haram merupakan situs paling suci dalam Islam yang di dalamnya terdapat Ka’bah.

Renovasi itu sendiri secara resmi dimulai awal bulan ini dengan Menteri Kehakiman, Mohammed al-Eissa, berdalih bahwa proyek itu adalah penghormatan terhadap “kesucian dan kemuliaan terhadap masjid”.

Ada sebuah argumen kecil bahwa Mekah dan Madinah sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur; Dua belas juta jemaah haji mengunjungi kota-kota ini setiap tahun dengan jumlah yang diperkirakan meningkat menjadi 17 juta pada tahun 2025.

Tetapi para kritikus khawatir bahwa keinginan untuk memperluas tempat-tempat ini telah memungkinkan pemerintah hanya menginjak-injak warisan budaya di daerah itu. The Washington, sebuah institut yang berbasis di Teluk, memperkirakan bahwa 95 persen dari bangunan Mekah telah dihancurkan dalam dua dekade terakhir saja.

Orang non-Muslim tidak dapat mengunjungi Mekah dan Madinah, tapi The Independent, sebuah media Barat, mampu mewawancarai sejumlah warga yang menyatakan ketidakpuasan akan perubahan kota mereka.


Seorang wanita muda yang rumahnya baru-baru ini dibuldoser untuk pembangunan, menggambarkan bagaimana keluarganya masih menunggu kompensasi. "Hanya ada peringatan yang sebentar, mereka datang dan mengatakan bahwa rumah harus dibuldoser," katanya.

Seorang Mekah lain menambahkan: "Jika seorang pangeran dari anggota keluarga kerajaan ingin memperluas istananya, dia akan melakukannya. Tidak ada yang berbicara tentang hal itu di depan umum."

Dr Alawi berharap masyarakat internasional akhirnya akan mulai bangun dengan apa yang terjadi pada peninggalan suci Islam. “Kita tidak akan mengizinkan seseorang untuk menghancurkan Piramida (di Mesir), jadi mengapa kita membiarkan sejarah Islam menghilang?”

jumrahonline






Insiden 'Mina Jalan 204', Siapa Bertanggung Jawab?

Insiden 'Mina Jalan 204', Siapa Bertanggung Jawab?
Meski belum ada hasil penyelidikan resmi yang dikeluarkan oleh Arab Saudi, berkembang rumor di media massa dan media sosial yang menyebutkan bahwa anggota kerajaanlah sebagai penyebab musibah tersebut.

Pemerintah Iran menuding pihak penyelenggara yaitu Arab Saudi, sementara menteri Arab Saudi justru menyalahkan jemaah yang tak disiplin.

Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Amir Mohammad bin Nayef menginstruksikan untuk membentuk tim investigasi menyelidiki tragedi Mina yang menewaskan lebih dari 760 orang dan 800 lainnya luka-luka, Kamis, 24 September 2015.

Selain itu, pemerintah Iran juga menuding petugas Arab Saudi yang dinilai gagal menjaga keamanan jemaah haji. Di lain pihak, Arab Saudi mengatakan insiden tersebut dipicu jemaah yang tidak disiplin.

Siapakah yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini?


Rombongan Kerajaan Arab Saudi diduga penyebab musibah. Berita yang beredar di media massa menyebutkan bahwa konvoi putra mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman diduga sebagai penyebab tragedi Mina.

Harian Lebanon Al-Diyar mengabarkan bahwa rombongan Pangeran Mohammad, yang dikawal oleh 200 tentara dan 150 polisi, berusaha menerobos kerumunan jemaah yang sedang bergerak untuk melempar jumrah, sehingga menyebabkan kepanikan di antara jemaah dari arah berlawanan.

Laporan saksi mata juga menyebutkan bahwa pasukan keamanan dan kepolisian Arab Saudi telah menutup dua jalan menuju tempat pelemparan jumrah yang biasa dilewati jutaan jemaah haji.

Melihat kekacauan itu, rombongan Pangeran bergegas untuk meninggalkan lokasi, seperti yang dilaporkan Al-Diyar. Masih menurut harian berbahasa Arab tersebut, otoritas Arab Saudi dituding sengaja menyembunyikan berita ini.

Sementara itu, seorang dokter asal Inggris yang tak mau disebut namanya mengatakan bahwa “jalan ditutup karena Raja Saudi berhaji.”

Menurut pengakuan dokter kepada BBC, ia saat itu sedang berada di atas kereta pukul 2 malam untuk menuju Jamarat (tempat melempar jumrah) ketika tiba-tiba kereta berhenti di tengah jalan selama setengah jam.

"Saya kemudian mengetahui kenapa kereta tertunda. Yaitu karena Raja Saudi melakukan ibadah haji dan mereka tidak mau ada orang lain masuk ke Mekah. Mereka menghentikan kereta dan menutup jalan. Dan ketika dia selesai, semua orang berusaha masuk bersamaan,” katanya.

Hingga kini belum ada konfirmasi dari Kerajaan Arab Saudi perihal laporan tersebut.


Pemerintah Iran menuding kelalaian petugas Arab Saudi sebagai negara penyelenggara ibadah haji dalam menjalankan prosedur keamanan ada di balik terjadinya tragedi Mina. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga meminta Arab Saudi untuk bertanggungjawab.

"Pemerintah Arab Saudi harus bertanggung jawab atas terjadinya musibah ini," kata Ayatollah, Kamis.

Sejauh ini dilaporkan bahwa 131 jemaah asal Iran, terbanyak di antara yang tewas, turut menjadi korban dalam tragedi Mina,

Senada, salah satu pendiri Yayasan Penelitian Warisan Islam (Islamic Heritage Research Foundation) yang berbasis di Mekah, Irfan al-Alawi, menilai bahwa petugas yang diturunkan oleh pemerintah Arab Saudi di lokasi kejadian, tak memiliki kompetensi untuk mengontrol massa yang berjumlah banyak.

"Tidak ada kontrol terhadap massa," kata Irfan.

Menurut Irfan, ini terjadi karena para petugas tersebut kurang terlatih dan tak cakap berkomunikasi dalam bahasa asing. Padahal mayoritas jemaah adalah jemaah internasional yang tak bisa berbahasa Arab.

Banyak jemaah tak disiplin

Sementara itu menurut Menteri Kesehatan Arab Saudi Khaled al-Falih, tragedi Mina justru terjadi karena kesalahan para jemaah yang tak disiplin.

"Banyak jemaah yang bergerak dengan tidak mematuhi jadwal," kata Khaled.

Hal serupa juga diamini oleh pihak Kementerian Agama RI. Menurut Kepala Seksi informasi Haji Kementerian Agama Affan Rangkuti, korban insiden jemaah berdesak-desakan di Jalan 204 terjadi di luar jadwal melontar jumrah jemaah haji asal Indonesia.


“Adapun jamaah yang melakukan lontaran di luar imbauan itu sulit diantisipasi mengingat banyaknya manusia di Mina," kata Affan.

Diketahui, 3 jemaah haji asal Indonesia dikabarkan meninggal dunia.

Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab juga menduga penyebab tragedi Mina akibat lemahnya disiplin jemaah haji.

“Mereka mengejar keutamaan melontar jumrah ba’da Dzuhur, sebagaimana di zaman Nabi Muhammad SAW," kata Alwi kepada Rappler.

Namun secara umum, katanya, disiplin jemaah haji Indonesia selalu dipuji oleh penyelenggara haji.

“Rata-rata orang Indonesia itu taat aturan saat haji. Patuh pada pemimpin kloter, dan selalu bersama-sama dalam rombongan. Kalaupun ada yang melanggar, sangat sedikit,” tutur Alwi.

Ini, menurut Alwi, yang tidak dilakukan para jemaah haji dari negara Afrika dan Mesir.

Bagaimana menurutmu, apa penyebab jatuhnya tragedi Mina?

jumrahonline

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...