|  BERANDA  |  TAJUK TERKINI  |  JELAJAH  |  TSAQOFAH ISLAM  |  SIRAH NABAWIYAH  |  INSPIRASI  |  SAKINAH  |  MAUIDHATUL HASANAH  |  TAHUKAH?  |  JUMRAH.COM  |

Insiden Mina, Maftuh Basyuni: Minim Pendidikan Jadi Penyebab

Insiden Mina, Maftuh Basyuni: Minim Pendidikan Jadi Penyebab
Mantan Menteri Agama era Presiden SBY, Maftuh Basyuni, mengatakan tragedi Mina yang menewaskan 717 orang diduga disebabkan para jemaah tak mengindahkan aturan yang berlaku. Menurut dia, jika jemaah mengikuti aturan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi tentu kondisi tersebut tak akan terjadi. (Baca: Insiden Mina: Saksi Mata Anggap Polisi Saudi Tak Sigap)

"Namun di sisi lain, jemaah dari Afrika yang kebanyakan memiliki pendidikan rendah tidak paham akan aturan yang berlaku. Saat kapan harus melontar jumrah dan bagaimana etika berjalan tanpa harus mengganggu orang sekitar," kata Maftuh, yang pernah menjadi Amirul Haj beberapa tahun silam, Jumat, 25 September 2015.


Maftuh Basyuni
Hal ini ditambah lagi dengan minimnya jumlah aparat kemanan dari negara setempat. "Polisi Saudi seharusnya dapat mengatur arus pergerakan manusia," katanya. Namun, sepengetahuan Maftuh, polisi setempat tidak paham betul bagaimana harus mengambil tindakan tatkala ada insiden di lokasi jamarat.

Polisi atau pun petugas keamanan yang ditempatkan di lingkungan jamarat tak paham betul "medan" setempat. Para petugas atau polisi itu kebanyakan diambil dari wilayah lain, misalnya dari Riyadh, yang saat puncak haji ditempatkan di lokasi itu.

"Mereka sangat tak paham apa dan bagaimana harus bertindak. Buka buku paspor saja mereka tak ngerti," ucapnya.

Upaya meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji harus lihai melobi pihak otoritas setempat. Ia memberi contoh, untuk menempatkan klinik saja di Arafah ketika pelaksanaan wukuf, pihak otoritas setempat pasti akan marah. Padahal tindakan itu dimaksudkan untuk memberi keringanan dan kelancaran pelaksanaan wukuf bagi jemaah, seperti memberi obat yang cocok untuk jemaah dan memberi pertolongan dengan cepat.
 

"Mereka marah karena sudah menyiapkan ambulans dan sebagainya," kata Maftuh bercerita.

Agar upaya menempatkan poliklinik itu bisa disetujui, katanya, harus dapat diyakinkan bahwa hal itu harus tidak akan mengganggu pelaksanaan ritual haji, bahkan memperlancar. Jangan sampai ada kecurigaan bahwa kehadiran poliklinik di Arafah saat itu untuk kepentingan komersial. "Kita memang menggratiskan, mulai pelayanan dan pemberian obat," ujarnya.

Jadi, ujarnya lagi, untuk memperbaiki layanan jemaah haji memang tak bisa bergantung kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) saja, tetapi pemangku kepentingan yang ada di Saudi sangat penting.


Namun lagi-lagi, jangan "menggurui" orang Saudi untuk memperbaikinya karena ego mereka sangat tinggi. "Bicara baik-baik tanpa harus menggurui untuk memperbaiki penyelenggaraan haji," ujarnya.
jumrahonline

Baca juga:
1) Insiden Mina, Maftuh Basyuni: Minim Pendidikan Jadi Penyebab
2) Insiden Mina: Saksi Mata Anggap Polisi Saudi Tak Sigap
3) Insiden Mina, Ratusan Jamaah Tewas Terinjak-Injak

4) Kronologi Insiden di Mina, Jalan Arab 204 
.
.

Insiden Mina, Ratusan Jamaah Tewas Terinjak-Injak

Insiden Mina, Ratusan Jamaah Tewas Terinjak-Injak
Sedikitnya 717 jemaah haji tewas dan sekitar 863 cedera akibat panik massal dan terinjak-injak saat melempar jumrah di Mina. Jumlah korban tewas dikhawatirkan terus bertambah.

Laporan terbaru pemerintah Arab Saudi menyebutkan, sedikitnya 717 jemaah haji tewas dan sekitar 800 cedera akibat panik massal dan terinjak-injak saat melempar jumrah di Mina. 

Televisi Al Arabija dan media-media setempat juga melaporkan perkembangan jumlah korban meninggal tiap jam, dengan mengutip keterangan petugas administrasi sipil Arab Saudi. Sejauh ini belum diketahui apa pemicu panik massal tersebut.

Sebelumnya diberitakan, setidaknya 310 jemaah haji dinyatakan meninggal dunia akibat terinjak-injak saat ritual lempar jumrah di Mina, Arab Saudi, demikian laporan dari pihak pertahanan sipil Arab Saudi.

Jumlah korban tewas dikhawatirkan terus bertambah. Kecelakaan di Mina yang menewaskan ratusan orang berulang kali terjadi akibat panik massal saat berdesakan melempar jumrah. Saksi mata melaporkan aksi pertolongan darurat terus dilancarkan, ambulans terus berdatangan ke lokasi. Stasiun televisi Russia Today melaporkannya dari lokasi.

Dalam insiden di Mina, yang terjadi tepat pada hari raya Idul Adha ini, belum disebutkan asal negara dari korban jiwa yang jatuh.

Namun koresponden BBC Seksi Hausa, Tchima Illa Issoufou, yang berada di tempat kejadian mengatakan banyak jemaah haji dari Niger meninggal dunia.

Sementara itu perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi sudah mengirim tim untuk memastikan apakah ada jemaah haji Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa di Mina ini.

Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi mengatakan masih belum mengetahui penyebab tragedi berjejalan ini.
 

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz angkat bicara setelah Kerajaan Arab Saudi disalahkan dalam tragedi kemarin. Ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas tragedi itu. Dia langsung memerintahkan aparat berwenang untuk meninjau manajemen haji.
jumrahonline

Baca juga:
1) Insiden Mina, Maftuh Basyuni: Minim Pendidikan Jadi Penyebab
2) Insiden Mina: Saksi Mata Anggap Polisi Saudi Tak Sigap
3) Insiden Mina, Ratusan Jamaah Tewas Terinjak-Injak

4) Kronologi Insiden di Mina, Jalan Arab 204
.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...